Saturday, 23 March 2013

Mengenal BMW R25, R25/2, R25/3

Ada suatu masa ketika pertama kali naksir berat motor BMW, saat itu awal tahun 90an jaman masih pakai seragam abu-abu. Motor yang ditaksir adalah BMW R25/3 keluaran tahun 1955 milik senior yang dibawa saban ada kegiatan hari minggu. Akhirnya kesampaian juga memiliki motor BMW di tahun 2000an, tapi saat itu masih belum bisa membedakan antara tipe BMW di keluarga 250cc yang beredar di Jakarta, semua terlihat sama. Konstruksi bodinya sekilas tidak ada beda apalagi dengan melihat konfigurasi mesin dan sistim penggerak roda yang menggunakan gardan, dan banyak parts tang bisa dipertukarkan satu dengan yang lain. Sehingga kadang suka muncul istilah BMW gado-gado. Padahal kalo diperhatikan, ada banyak hal yang membedakan satu dengan yang lain.

Berikut kita coba belajar perbedaan masing-masing diantaranya. (mohon tambahan dan koreksi jika ada yang kurang tepat) kalo ada yang mau nyumbang foto detail, diterima dengan senang hati.


R25/0


R25/2

R25/3
Gambar
Tahun produksi
1950 – 1951
1951 – 1953
1953 – 1956
Jumlah Produksi
23.400  unit
38.651 unit
47.700 unit
VIN
220001 - 243400
245001 - 283650
284001 - 331705
Mesin
Mesin satu silinder 4 tak yang tepasang vertikal,  silinder terbuat dari besi cor. memiliki noken as lateral dengan rocker arm / pelatuk berada pada silinder head yang terbuat dari alumunium cor yang mengatur klep.
Noken as digerakkan oleh rantai dari kruk-as. Sedangkan pompa oli berada di dasar bak oli yang digerakkan dengan gigi dari perputaran noken as. Posisi platina berada di ujung kruk as di pasang dengan alternator DC  berikut regulator pengisian aki.
Pengapian
Semua tipe memiliki pengapian hidup aki, bukan magnet seperti semua tipe Twin tahun ’56 – ’69. Jadi, tanpa ada strum aki motor gak bisa hidup. Jika ada masalah dalam pengisian strum, aki bakal tekor ini adalah petaka. Kalo lagi turing bersama kondisi ini biasanya diakali dengan saling tukar aki dengan motor sehat.
Roda gila dan Kopling
Roda gila berada pada bagian belakang menggerakkan plat kopling kering. Kopling digerakkan menggunakan bantalan dorong / stud kopling melalui as blender.Walau beda konstruksi dapat dipertukarkan satu sama lain.
Per
Matahari
Pic
Gardan
Gardan terbuat dari alumunium cor dengan rasio gigi 27/6 untuk solo, dan 26/5 untuk sespan
Gardan terbuat dari alumunium cor dengan rasio gigi 25/6 untuk solo, dan 24/5 untuk sespan. Diameter terluar dan sepatu rem lebih besar
Dibutuhkan ruang torsi transmisi elastis untuk menyalurkan tenaga dari girbok ke gardan dengan media cakram karet berlubang yang dibalut ring baja untuk kestabilan.
Karburator
BING model 1/22/28
BING model 1/22/44
BING model 1/22/41-42
atau
SAWE Model K 24 F (jarang ditemukan)
Supensi belakang
Suspensi belakang semua type mengadopsi pergerakan vertikal poros belakang atau biasa disebut Plunger. Pada R25 penutup atas model knop (colok), sedangkan pada R25/2 dan R25/3 model drat (putar).
Pic
Rangka
Rangka terbuat dari pipa baja dengan bonggol yang terpasang disisi kanan untuk pengoperasioan motor dengan kereta samping/sespan. Dengan rasio gigi gardan khusus Sespan yang cocok adalah steib tipe LS 200. Spakbor dan tanki terbuat dari lembaran baja.
Nomor sasis ada di belakang, bagian atas plunger sebelah kiri.

Dengan bahan yang sama seperti R25/2. Dengan beberapa perubahan pada ukuran frame dan spakbor yang mengadopsi velg ukuran 18’’.
Ada beberapa tipe dengan bonggol sespan yang terpasang disisi kiri.
Nomor sasis ada di komstir sebelah kanan.
Velg dan tromol
Velg terbuat dari baja dengan diameter 19 inch, tromol besi berbentuk payung (half hub) lubang jari-jari 36.
R25/2 menjadi generasi terakhir di keluarga single silinder yang memakai tromol besi untuk roda depan dan belakang.
Generasi berikutnya semua memakai tromol alumunium.

Velg terbuat dari alumunium dengan diameter 18 inch lubang jari-jari 36, tromol terbuat dari alumunium (full hub) dengan tapak kampas rem lebih lebar kemampuan pengereman yang lebih baik dari generasi sebelumnya
Blok Mesin
Blok mesin terbuat dari alumunium cor.

Sama seperti R25/2, ada penambahan bushing karet pada as pengikat mesin di sasis.
Nomor mesin ada bagian kanan tepat dibawah boring/silinder. Dengan jenis karakter huruf yang berbeda untuk setiap tipe. Nomor mesin 6 digit diapit stamping logo BMW kiri dan kanan
pic
Girbok
Rasio perseneling 6.1 / 3.0 / 2.04 / 1.54
tuas pindah gigi kaki di sisi kiri dengan tambahan tuas di sebelah kanan.
Tidak ada tuas perseneling tambahan kanan
Tidak ada switch netral
Ada switch netral
Jok
Per vertikal tunggal
Per horisontal tunggal
Tanki
Sekilas bentuk tangki sama seperti bentuk kuaci, karena itu motor ini lebih populer dengan sebutan BMW kuaci, sebagian lagi lebih suka menyebutnya BMW unyil.
Posisi laci toolbok ada di bagian atas dengan engsel ada di bagian bawah.
Perbedaan ada pada posisi baut untuk memasangkan tanki pada sasis, posisi baut pada R25 horisontal satu buah (sama seperti BMW R24) sedangkan pada R25/2 ada 2 buah ditanamkan vertikan di kiri dan kanan.
Kapasitas lebih besar dengan bentuk lebih panjang, untuk mendapatkan kontur ramping tangki laci tool box dipindahkan ke samping dengan pemasangan yang menyatu dengan karet tanki sebelah kiri. Ada beberapa versi dengan aksesoris rack di bagian atas.
Front Fork 
Upside-down dan belum mengaplikasi kan peredam hidrolik. Hanya mengandalkan per dengan ditutup boot karet pada bagian bawah.
ada peningkatan dalam suspensi. Peredam hidrolik pada sok depan. Tidak ada lagi boot karet.
pic
Filter udara karbu
Menempel langsung di belakang karbu, biasanya ada stamping bertuliskan Knechts.
Posisi berada di depan  dibawah tanki menutupi tabung udara yang melewati sepanjang bagian bawah tanki, Antara karbu dan tanki dihubungkan oleh selang karet lengkung. Diameter lebih besar dari generasi sebelumnya sama-sama buatan knechts.
Filter udara berupa serabut baja yang dilapisi dengan oli untuk mengendapkan debu. Filter ini tidak perlu ada penggantian dalam perawatan hanya perlu dibersihkan dengan bensin dan dibasahi oli lagi.
pic
pic
Tutup klep
Bentuk lebih ceper, hampir sama dengan punya R24
Hampir sama antara R25/2 dengan R25/3
Rocker arm
pic
Silinder Head
pic
pic
Silinder / Bohrung
pic
Triple Tree
Kunci stang ada di segitiga atas.
Tidak terdapat dudukan klakson di segitiga. Klakson nempel di sasis, dibawah tangki bensin.
Kunci stang ada di komstir sebelah kiri. Terdapat dudukan klakson di segitiga bawah
Raiser Stang
R25 dan R25/3 memiliki bentuk yang sama, panjang dan terdapat Ring karet diantara Ring Plat untuk peredam getaran.
Bentuk pendek, sama seperti raiser BMW R26 dan R27
Kickstarter
Besi
Alumunium, dapat dipertukarkan dengan Twin tahun '56 - '69
Bak Oli
posisi baut drain oli ada di samping kanan. Sama seperti R24
R25/2 dan R25/3 sama, posisi ada di bagian belakang. 
pic
pic
Handel Kiri
Batok Lampu
R25/2 Lampu indikator hijau (gigi netral)  di bawah speedo meter, dan indikator merah (pegisian)  di samping kiri kunci kontak, sebelah kanan sekring berwarna coklat tua. Pada R25/0 tidak terdapat indikator (hijau) gigi netral.
posisi klakson ada di sasis, tepat dibawah tanki bagian depan.
Lampu indikator merah (pengisian) hijau (switch netral) ada di bagian bawah speedo meter. Di bagian bawah ada dekok untuk posisi klakson yang dipasang di triple tree bawah menghadap atas.





2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...